Breaking News

Menu MBG di Napano Kusambi Tuai Kritik Warganet, Standar Gizi Dipertanyakan

 

Postingan Warganet Medsos

MUNA BARAT, SULTRAPOS.ID — Program Makan Bergizi (MBG) yang dilaksanakan di wilayah Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat, menjadi sorotan warganet setelah sebuah unggahan di media sosial menilai menu yang dibagikan tidak memenuhi standar gizi. Unggahan tersebut viral dan memicu perdebatan panjang di ruang publik.

Sorotan bermula dari postingan akun Facebook Dewi Dewi yang diunggah sekitar lima jam lalu dan dibagikan ke grup Muna Barat Watch. Dalam unggahannya, Dewi menuliskan caption, “MBG Napano Kusambi Sabtu 24 Januari… Makin hari makin tidak masuk kategori bergizi,” disertai foto makanan yang diduga merupakan paket MBG yang dibagikan pada hari tersebut.

Berdasarkan foto yang beredar, paket makanan tersebut terlihat berisi dua buah roti dalam kemasan plastik, satu bungkus kacang goreng, satu butir telur ayam, serta satu buah pisang manuru. Komposisi menu itulah yang kemudian memantik kritik dan pertanyaan dari masyarakat terkait standar gizi serta kesesuaian dengan nilai anggaran program MBG.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menarik perhatian luas pengguna media sosial. Hingga berita ini ditulis, postingan itu tercatat memperoleh 237 tanda suka, 9 kali dibagikan, serta 227 komentar, menandakan tingginya respons publik terhadap isu tersebut.

Dalam kolom komentar, tanggapan warganet terbelah. Sebagian mengkritik keras menu yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp15 ribu per porsi. Akun Amelia menuliskan, “Telur 2 ribu, roti 2 ribu, kacang seribu. Kan pisang dibeli pesisir hilanglah seribu. Terus 5 ribunya ke mana ya.”

Komentar senada disampaikan akun Putri Leo yang menulis, “Ktx 15 ribu. Tapi ini! Ah hitung sendiri mo.”



Namun demikian, tidak sedikit pula warganet yang membela dan menilai kritik tersebut berlebihan. Salah satunya akun Darwin Abu Aulia yang menuliskan, “SUDAH MINIM LITERASI, JADI PROVOKATOR PULA,” sebagai bentuk keberatan terhadap narasi yang dinilai menggiring opini negatif.

Menanggapi polemik tersebut, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Muna Barat, Muh. Nur Fajar Maga, mengaku belum mengetahui secara pasti kebenaran unggahan yang beredar.

“Saya cari di Muna Barat Watch, tapi saya belum dapat itu,” ujar Muh. Nur Fajar Maga saat dikonfirmasi pada Sabtu, 24 Januari 2024. Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Hingga saat ini, publik masih menunggu hasil penelusuran dan klarifikasi resmi dari pihak terkait. Polemik ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaan program makan bergizi, agar tujuan utama peningkatan kualitas gizi peserta didik benar-benar dapat tercapai.

Reporter: Sry

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Media Online sultrapos.id