MUNA BARAT, SULTRAPOS.ID – Memasuki penghujung Januari 2026, Tim Satuan Tugas Fisik kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kantor Pertanahan Kabupaten Muna Barat mulai turun langsung ke desa-desa lokasi kegiatan untuk melakukan pengukuran bidang tanah milik masyarakat.
Ketua Panitia Ajudikasi PTSL, La Ode Syafrudin, mengatakan bahwa tahapan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan pelantikan tim ajudikasi dan penyuluhan yang telah dilaksanakan beberapa minggu sebelumnya.
“Setelah pelantikan tim ajudikasi dan penyuluhan, tahapan berikutnya adalah pengukuran atau pengambilan data fisik objek tanah masyarakat di lokasi kegiatan,” ujar Syafrudin, Jumat (30/01/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan pengukuran bertujuan memperoleh data spasial yang akurat terkait posisi, bentuk, dan luas bidang tanah di atas permukaan bumi. Oleh karena itu, seluruh proses pengambilan data harus dilakukan sesuai kaidah dan prosedur pengukuran yang berlaku.
“Data ini menjadi dasar penerbitan sertipikat. Maka akurasi, ketelitian, dan kepatuhan terhadap standar pengukuran adalah hal mutlak,” tegasnya.
Syafrudin mengungkapkan bahwa pada Januari ini, tim pengukuran dan tim data yuridis telah mulai bekerja di sejumlah desa, yakni Desa Sawerigadi, Desa Lindo, Desa Wanseriwu, Desa Barakkah, Desa Pajala, dan Desa Kembar Maminasa.
Selanjutnya, tim akan terus bergerak hingga menjangkau 35 desa dan kelurahan yang telah ditetapkan sebagai lokasi kegiatan PTSL tahun 2026.
Untuk diketahui, pada tahun 2026 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN mengalokasikan program sertipikasi tanah melalui PTSL di Kabupaten Muna Barat sebanyak 4.063 bidang tanah. Program ini diharapkan mampu mewujudkan pemetaan seluruh bidang tanah sekaligus memberikan kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat.
Demi kelancaran dan keberhasilan program tersebut, BPN Muna Barat mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat, khususnya pemerintah desa dan kelurahan, serta partisipasi aktif masyarakat sebagai penerima manfaat utama program PTSL.
“Sinergi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar seluruh target PTSL 2026 dapat tercapai dengan baik,” tutup Syafrudin.
Reporter: Sry



0 Komentar