Breaking News

Program Gentengnisasi, Arah Baru Penataan Pemukiman Warga Kota Kendari

Salah satu pemukiman warga Kota Kendari berada di Kecamatan Kendari persis di depan Teluk Kendari. FOTO: Ist


Oleh: Bahar Rustajab

Dewan Pendiri Gerbang Kota Kendari/Tokoh Pemuda Kota Kendari 

SULTRAPOS.ID, KENDARI - Program gentengnisasi atau genteng yang di gaungkan oleh pemerintah saat ini tentu memiliki dampak positif bagi masyarakat pada umumnya. Bahkan penggunaan atap genteng pada rumah-rumah warga bisa menciptakan lingkungan yang bersih karena akan tertata dengan baik bahkan bisa berdampak pada sektor pariwisata. Meskipun, hadirnya genteng ini bisa berdampak pada pelaku usaha yang selama ini konsen dengan usaha atap asbes dan lainnya, tetapi tujuan pemerintah adalah memberikan rasa aman dan lingkungan lebih tertata dengan baik.

Apa yang telah di gaungkan oleh pemerintah pusat tentunya harus di cermati dan ditanggap dengan cepat oleh pemerintah daerah kabupaten maupun kota di seluruh Indonesia dalam rangka menata kawasan atau wilayah kumuh sehingga menjadi lingkungan yang indah. Dari rumah yang tidak layak menjadi layak. 

Kalau kita melihat secara historis program gentengnisasi yang telah di gaungkan oleh Presiden RI Prabowo, penggunaan atap genteng di Indonesia mulai populer dan di perkenalkan secara luas pada abad masa Kolonial Belanda sekitar abad ke 19. Penggunaan genteng tanah liat mulai menggantikan bahan atap tradisional. 

Namun seiring berkembangnya waktu, ada pergeseran budaya bahwa penggunaan genteng sempat menjadi standar, namun mulai tergeser oleh material praktis seperti asbes sejak awal 2.000an. Kemudian mengalami perkembangan mulai muncul dipertengahan abad ke 20 di ikuti dengan perkembangan genteng keramik yang lebih modern hingga saat ini. 

Program gentengnisasi yang di gaungkan oleh Presiden Prabowo, ternyata di atensi dan menjadi perhatian serius dari pemerintah Kota Kendari agar program tersebut dapat di terapkan di Kota Kendari. Bahkan, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran (SKI) kepada publik menyampaikan jika atap genteng bakal di gunakan di Kota Kendari. Tentu, apa yang disampaikan oleh SKI dengan melihat beberapa wilayah di Kota Kendari perlu penataan lingkungan agar indah di lihat dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

Gerbang Kota Kendari melihat program Gentengnisasi di Kota Kendari adalah program bantuan perumahan yang dijalankan oleh pemerintah kota dengan fokus pada penggantian atap rumah tidak layak (seng/daun/rumbia) menjadi atap genteng agar hunian warga menjadi lebih layak, sehat, aman, dan bermartabat.

Tujuan program gentengnisasi, meningkatkan kualitas rumah warga miskin, mengurangi risiko kesehatan (panas berlebih, bocor, kelembaban), meningkatkan ketahanan rumah terhadap hujan dan angin, mendorong lingkungan permukiman yang lebih tertata. Dari atap Indah yang kokoh, lahir rasa aman dan harapan bagi keluarga Kota Kendari.

Program gentengnisasi Kota Kendari merupakan arah baru menata kawasan pemukiman warga Kota Kendari sekaligus wujud kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian warga melalui penggantian atap rumah tidak layak menjadi lebih aman, sehat, dan bermartabat.

Dengan adanya program gentengnisasi di Kota Kendari dapat terbangun lingkungan permukiman yang lebih layak, tertata, dan manusiawi. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan sosial, serta penguatan kualitas hidup masyarakat Kota Kendari secara menyeluruh. Karena membangun kota yang kuat tidak selalu dimulai dari gedung-gedung tinggi, tetapi dari atap rumah warga yang kokoh dan penuh harapan.

Jika melihat pada aspek penataan kawasan pemukiman di Kota Kendari, sebetulnya ada beberapa wilayah mungkin bisa di jadikan dasar lokasi penataan. Namun, lokasi yang paling strategis sebetulnya dan cukup strategis adalah Kecamatan Kendari dan Kendari Barat. Dua Kecamatan ini persis dekat dengan Teluk Kendari bahkan bisa menjadi spot wisata baru. 

Untuk Kecamatan Kendari sendiri ada beberapa Kelurahan seperti Kelurahan Kandai, Gunung Jati, Jati Mekar, Kendari Caddi. Sementara Kecamatan Kendari Barat terdiri dari Kelurahan Dapu-Dapura, Sanua, dan Kelurahan Sodohoa. 

Ini bisa menjadi pilot project gentengnisasi nasional di kota Kendari, melalui intervensi Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Apalagi saat ini Pemerintah Kota Kendari tengah fokus pembersihan Teluk Kendari. Jadi sangat tepat kedua kecamatan itu bisa menjadi pilot project gentengnisasi. Bahkan mendorong sektor pariwisata, melalui penataan lingkungan dan tata kota.

Tentunya kami sangat mensupport dan mendukung langkah pemerintah Kota Kendari melalui tangan dingin, ide dan gagasan Wali Kota Kendari SKI dalam menata kawasan pemukiman penduduk di Kota Kendari agar lingkungan bersih dan tertata dengan baik melalui program gentengnisasi. (**)

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Media Online sultrapos.id