MUNA BARAT, SULTRAPOS.ID – Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 2026, Bandara Sugimanuru memastikan kesiapan penuh dalam melayani lonjakan penumpang yang diprediksi meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Bandara Sugimanuru, M. Khusnudin, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut arus mudik sekaligus mengantisipasi arus balik Lebaran tahun ini.
“Pada prinsipnya Bandara Sugimanuru sudah siap menyambut arus mudik hingga nanti mengatur arus balik. Sejumlah fasilitas sudah kami siapkan untuk mendukung kelancaran penerbangan dan pelayanan penumpang,” ujar Khusnudin saat dikonfirmasi Sultrapos, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, periode arus mudik melalui Bandara Sugimanuru diperkirakan mulai berlangsung pada 13 hingga 24 Maret 2026.
Saat ini, jadwal penerbangan di Bandara Sugimanuru masih berlangsung dua kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa dan Sabtu. Namun, menjelang musim mudik Lebaran, pihak bandara berencana menambah satu jadwal penerbangan pada hari Kamis, sehingga total penerbangan kembali menjadi tiga kali dalam sepekan.
Menurut Khusnudin, sebelumnya pada awal Februari 2026 terjadi penyesuaian jadwal penerbangan dari tiga kali menjadi dua kali seminggu akibat menurunnya minat penumpang. Namun kondisi tersebut kini mulai berubah.
“Sejak 10 Maret kemarin minat penumpang kembali meningkat signifikan hingga sekitar 80 persen. Bahkan tiket penerbangan rute Makassar menuju Sugimanuru menjelang Lebaran sudah habis terjual,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak bandara telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Muna Barat guna mengajukan penambahan jadwal penerbangan kepada maskapai Sriwijaya Air.
“Untuk penambahan jadwal kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah agar diajukan ke pihak Sriwijaya Air. Saat ini sudah dilakukan pengajuan penambahan jadwal pada tanggal 19 dan 26 Maret, dan kami masih menunggu konfirmasi dari pihak maskapai. Mudah-mudahan dapat direspons demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Selain rencana penambahan jadwal penerbangan, Khusnudin juga mengungkapkan bahwa harga tiket penerbangan pada periode mudik tahun ini mengalami penurunan karena adanya subsidi dari pemerintah pusat.
Jika pada hari biasa harga tiket penerbangan dengan subsidi Pemerintah Kabupaten Muna Barat berkisar di angka Rp700 ribuan, maka pada momentum mudik Lebaran tahun ini harga tiket turun menjadi sekitar Rp600 ribuan.
“Penurunan harga ini diharapkan bisa membantu masyarakat yang ingin pulang kampung melalui transportasi udara,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pihak Bandara Sugimanuru juga menyiapkan posko mudik Lebaran yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dari puskesmas setempat serta dukungan pengamanan dari aparat kepolisian dan TNI.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan penumpang selama periode arus mudik berlangsung.
Di akhir keterangannya, Khusnudin juga mengimbau kepada calon penumpang agar mempersiapkan perjalanan dengan baik sebelum berangkat ke bandara.
Ia mengingatkan agar penumpang menjaga kondisi kesehatan, mematuhi ketentuan batas bagasi maksimal 10 kilogram, serta sudah berada di bandara setidaknya satu jam sebelum jadwal keberangkatan.
“Jika bagasi melebihi kapasitas, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak bandara. Kami juga mengimbau penumpang datang lebih awal agar proses keberangkatan berjalan lancar,” tutupnya.
Reporter: Sry





0 Komentar