Breaking News

Seleksi 5 OPD Muna Barat Disorot: Lulus Administrasi 32 Orang, Isu “Nama Sudah Dikunci” Mencuat

 


MUNA BARAT, SULTRAPOS.ID  — Sebanyak 32 peserta dinyatakan lulus tahap administrasi dalam proses seleksi terbuka pengisian lima jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat.

Hasil tersebut diperoleh setelah panitia seleksi (pansel) melakukan verifikasi berkas secara menyeluruh sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

“Dari total peserta yang mendaftar, sebanyak 32 orang dinyatakan lulus administrasi. Selanjutnya mereka akan mengikuti tahapan penulisan makalah dan wawancara,” ujar La Ode Khairul Ashar saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Sabtu (28/3/2026).

Meski secara administratif proses disebut berjalan terbuka, sorotan publik mulai menguat. Sejumlah pihak menilai transparansi hanya sebatas formalitas, sementara arah penentuan pejabat disebut-sebut telah mengerucut sejak awal.

Anton, salah satu pemerhati Muna Barat sekaligus tokoh pemuda, menilai bahwa proses seleksi belum sepenuhnya mencerminkan profesionalitas.

“Memang pendaftaran berjalan terbuka, tapi dalam menentukan siapa yang layak menjabat, belum tentu berjalan profesional dan transparan,” tegasnya.

Lebih jauh, Anton bahkan mengungkapkan prediksi nama-nama yang disebut-sebut akan mengisi posisi tiga besar di masing-masing OPD.

Untuk jabatan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, nama Bahar Budiman, Ahmad Shabir, dan Yuliana disebut masuk dalam bursa kuat. Di Dinas Kesehatan, muncul nama Arif Ndaga, Kadir SKM, dan dr. Syahril.

Sementara itu, pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, terdapat nama Nasir, Agus Salam Rya, dan La Ode Muhammad Syawal. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, Ogo Atfal, Surachaman, dan Muhammad Zayani disebut-sebut berpeluang besar.

Adapun pada Dinas Peternakan, tiga nama yang mencuat adalah La Samaruddin, La Ode Mustafa, dan Muhammad Subali.

“Ini adalah nama-nama yang diprediksi akan lolos hingga tiga besar di masing-masing OPD,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Anton juga memprediksi nama-nama yang akan terpilih dan resmi menjabat pada lima OPD tersebut. Ia menyebut Arif Ndaga sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Nasir sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Samaruddin sebagai Kepala Dinas Peternakan, Ogo Atfal sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Bahar Budiman sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

Isu lain yang turut mencuat adalah dominasi pejabat yang berasal dari Kabupaten Muna, bukan Muna Barat. Bahkan, beberapa di antaranya disebut masih tinggal di luar wilayah Muna Barat, masih bolak-balik Muna Barat ke Muna.

Hal ini dinilai bertolak belakang dengan instruksi Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, yang sebelumnya menegaskan agar seluruh ASN lingkup Muna Barat tinggal di wilayah tersebut.

“Yang akan menduduki lima OPD nanti mayoritas dari Muna, dan sebagian masih tinggal di sana, bukan di Muna Barat. Ini jelas bertentangan dengan arahan bupati,” tambah Anton.

Di tengah polemik yang berkembang, publik berharap Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat tetap mengedepankan kompetensi, integritas, dan profesionalitas dalam menentukan pejabat definitif.

Harapan itu tak lepas dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Liwu Mokesa yang lebih maju dan berdaya saing.

Reporter: Sry

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Media Online sultrapos.id