MUNA BARAT, SULTRAPOS.ID – Musibah kebakaran yang menimpa warga di Kabupaten Muna Barat mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah. Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, turun langsung menemui dan melihat kondisi warga yang menjadi korban kebakaran di dua kecamatan, Selasa (11/8/2026) siang.
Dalam kunjungan tersebut, La Ode Darwin didampingi sang istri, Rhika Purwaningsih Darwin, yang juga merupakan Ketua TP PKK Kabupaten Muna Barat. Kehadiran keduanya menjadi bentuk kepedulian langsung terhadap warga yang tengah menghadapi musibah dan kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan.
Bupati meninjau empat rumah warga yang terdampak kebakaran, yakni satu rumah di Desa Waulai, Kecamatan Barangka, serta tiga rumah di Desa Lombu Jaya, Kecamatan Sawerigadi.
Kehadiran Bupati bersama Ketua TP PKK Muna Barat di tengah korban bukan sekadar meninjau lokasi. Pemerintah daerah memastikan kebutuhan warga terdampak menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti melalui bantuan pemulihan pascakebakaran.
Sebelumnya, Wakil Bupati Muna Barat bersama Dinas Sosial, BPBD dan jajaran terkait juga telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi korban sekaligus melakukan pendataan terhadap kebutuhan yang diperlukan.
“Kami meninjau empat rumah warga. Satu di Desa Waulai dan tiga di Desa Lombu Jaya. Langkah cepat ini merupakan kepedulian bersama pemerintah daerah,” ujar La Ode Darwin.
Bantuan Disesuaikan dengan Kondisi Kerusakan
Bupati menjelaskan, pemerintah daerah menyiapkan bantuan rehabilitasi dan pembangunan kembali rumah korban dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan masing-masing.
Untuk korban di Desa Waulai, bantuan pembangunan rumah diperkirakan sebesar Rp15 juta hingga Rp20 juta. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan usaha sebesar Rp15 juta, karena kios milik korban turut terbakar.
Sementara itu, tiga rumah warga di Desa Lombu Jaya mengalami kerusakan total hingga rata dengan tanah. Masing-masing korban akan mendapatkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk mendukung pembangunan kembali tempat tinggal mereka.
“Kondisinya berbeda. Di Waulai rumah tidak habis terbakar, sedangkan di sini rata dengan tanah. Karena itu bantuannya kami sesuaikan,” jelasnya.
Tak Hanya Rumah, Pemulihan Ekonomi Korban Jadi Perhatian
Perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada pemulihan tempat tinggal. Kondisi ekonomi keluarga korban juga menjadi bagian penting dalam penanganan pascakebakaran.
Salah satu korban yang kehilangan tempat usaha berupa depot air galon akan mendapatkan bantuan pemulihan usaha sekitar Rp30 juta.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi korban untuk kembali menjalankan usaha dan menghidupkan kembali roda perekonomian keluarganya setelah kehilangan sumber penghasilan akibat kebakaran.
Dalam musibah tersebut, sejumlah uang tunai milik warga juga dilaporkan ikut hangus terbakar.
Bupati berharap bantuan yang diberikan pemerintah dapat meringankan beban para korban sekaligus membantu mereka kembali menata kehidupan.
Bupati Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Di tengah kondisi musim kemarau, Bupati La Ode Darwin juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Menurutnya, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September, bahkan dapat berlanjut hingga Oktober-November. Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran semakin besar apabila masyarakat kurang berhati-hati.
Korsleting listrik maupun kelalaian dalam menggunakan api menjadi sejumlah hal yang perlu diwaspadai.
“Mari berhati-hati dan waspada,” pesan Bupati.
Pemkab Mubar Pastikan Bantuan Direalisasikan
Pemerintah Kabupaten Muna Barat memastikan penanganan terhadap warga terdampak kebakaran akan terus dikawal. Bantuan yang telah disiapkan ditargetkan dapat direalisasikan dan disalurkan kepada para korban paling lambat Oktober 2026.
Kehadiran langsung Bupati La Ode Darwin bersama Rhika Purwaningsih Darwin selaku Ketua TP PKK Muna Barat, serta jajaran pemerintah daerah di lokasi kebakaran menjadi bentuk komitmen bahwa warga yang sedang menghadapi musibah tidak berjalan sendirian.
Bagi pemerintah daerah, membantu korban bangkit bukan hanya soal memberikan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat kembali memiliki tempat tinggal yang layak, sumber penghidupan, serta harapan untuk menata kehidupan setelah musibah.
Pemerintah hadir ketika masyarakat membutuhkan. Dari lokasi musibah, semangat untuk bangkit kembali menjadi bagian dari ikhtiar bersama Pemerintah Kabupaten Muna Barat.
Reporter: Kardono
Editor: Sry



0 Komentar