Breaking News

Kelangkaan BBM Solar, Pemerintah Kurang Peka terhadap Ancaman Ekonomi Daerah

Direktur Utama PT Mutiara Kamboi Transport Bahar Rustajab. FOTO: Ist


Oleh: Bahar Rustajab

Direktur Utama PT Mutiara Kamboi Transport

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar yang berlangsung dan berdampak pada terganggunya angkutan logistik seharusnya dipandang sebagai persoalan strategis. Namun, hingga kini respons pemerintah terkesan belum sebanding dengan besarnya dampak yang ditimbulkan terhadap aktivitas ekonomi di Kota Kendari dan wilayah sekitarnya.

Penumpukan peti kemas di Pelabuhan Bungkutoko, terganggunya distribusi barang, dan terbatasnya operasional armada logistik merupakan indikator bahwa rantai pasok sedang mengalami tekanan. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan angkutan, tetapi juga oleh pelaku usaha, UMKM, industri, pedagang, dan masyarakat sebagai konsumen.

Yang menjadi perhatian adalah belum terlihat langkah koordinasi yang kuat dan cepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Pemerintah daerah seharusnya tidak menunggu situasi memburuk sebelum mengambil tindakan. Sebagai pemimpin daerah, pemerintah memiliki peran penting untuk memfasilitasi koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga, pengelola pelabuhan, dan para pelaku usaha logistik agar distribusi BBM Solar tetap terjaga.

Ketika logistik terganggu, yang dipertaruhkan bukan hanya kelancaran transportasi, tetapi juga stabilitas harga, kepastian pasokan barang, iklim investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Keterlambatan mengambil langkah dapat meningkatkan biaya distribusi, menurunkan daya saing usaha, serta mengurangi kepercayaan dunia usaha terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola persoalan strategis.

Kritik ini bukan untuk menyalahkan, melainkan sebagai dorongan agar pemerintah lebih responsif dan hadir di tengah persoalan yang dihadapi masyarakat serta dunia usaha. Kepemimpinan yang efektif tercermin dari kemampuan membaca situasi, membangun koordinasi lintas sektor, dan mengambil langkah nyata sebelum dampaknya semakin meluas.

Anomali kelangkaan BBM jenis solar sangat berdampak pada semua jenis sektoral terutama pada sektor angkutan logistik di area pelabuhan. Dimana pelabuhan merupakan salah satu wilayah yang cukup vital dalam kegiatan bongkar muat barang logistik. Namun, proses itu tidak berjalan dengan sempurna ketika ketersediaan BBM bagi aktivitas logistik tidak memadai. Olehnya itu, pemerintah perlu lebih serius menangani masalah kelangkaan BBM jenis solar tersebut.

Sudah saatnya pemerintah menunjukkan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat dan pelaku usaha dengan menjadikan kelancaran distribusi BBM Solar sebagai prioritas. Langkah cepat hari ini akan menentukan stabilitas ekonomi daerah pada hari-hari mendatang. (**)

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Media Online sultrapos.id